Lewat Program Relawan Rote Mengajar 2026 (Gerakan Mai Fali E)
PojokNalar.com — Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, wilayah paling selatan Indonesia, kembali menjadi sorotan lewat program Rote Mengajar 2026. Program ini menerjunkan 206 relawan dari berbagai daerah dan latar belakang profesi untuk berbagi inspirasi serta pola asuh positif kepada sekolah-sekolah sasaran di seluruh Rote Ndao.
Perjalanan Dimulai dari Kupang
Rangkaian kegiatan dimulai pada Minggu, 23 Agustus 2026. Para peserta berangkat dari Kupang dan disambut di Pelabuhan Ba’a, sebelum bergerak menuju rumah jabatan Bupati untuk mengikuti serangkaian acara penyambutan. Setelah mendapat sambutan resmi dari Bupati dan panitia, para relawan kemudian disebar ke 34 sekolah sasaran di Kabupaten Rote Ndao — mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK — untuk melaksanakan Kelas Inspirasi dan Kelas Parenting pada 24 Agustus 2026.
Dalam sambutannya yang penuh emosi dan kebanggaan, Bupati Paulus Henuk, SH, menegaskan bahwa program ini adalah gerakan bermartabat yang membangkitkan semangat Mai Fali E — semangat pulang dan berkontribusi — bagi anak-anak Rote, orang Rote, dan siapapun yang mencintai Rote untuk membangun pendidikan di daerah ini. Ia menekankan bahwa mengajar satu hari dapat menginspirasi seumur hidup.
SD Negeri Temas: Sekolah Rujukan yang Membawa Berkah
Desa Temas, melalui SD Negeri Temas, mendapat kesempatan emas menjadi salah satu sekolah rujukan dalam program ini. Lima relawan diterjunkan ke sekolah tersebut: Delsylia Ufi (dosen ), Alfan Dethan (guru), Jane Peni (dosen), Pdt. Michele Nong (Pendeta ), Felixton Balang (relawan dokumentasi)

Para relawan berhasil menghadirkan input positif dan memfasilitasi jalannya kegiatan, mulai dari Kelas Inspirasi untuk siswa kelas IV, V, dan VI, hingga diskusi parenting bersama para orang tua siswa.
Salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan ini adalah ketika anak-anak membuat “pohon cita-cita” yang penuh inspirasi. Di sisi lain, para orang tua turut menyampaikan komitmen kuat untuk menerapkan pola asuh positif yang telah dibagikan — pola asuh yang memberi ruang kasih sayang kepada anak tanpa kekerasan.

Komitmen ini muncul setelah sesi kelas berbagi yang dibawakan oleh Ibu Delsylia Ufi, yang membuka wawasan baru para orang tua tentang pentingnya pola asuh positif bagi tumbuh kembang anak dan keluarga. Hadir pula bapak Nim Ledoh sebagai bagian dari keterwakilan Disabilitas yang antusias dengan memberikan masukan dan pola asuh positif dalam lingkungan keluarga.

Cita-Cita dari Ujung Selatan Indonesia
Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari Qiandra Tungga, seorang peserta didik yang memiliki cita-cita luar biasa: menjadi dokter hewan karena kecintaannya pada binatang. Ia berharap kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan Rote Ndao lewat profesi yang ia cita-citakan — sebuah bukti kecil bahwa harapan besar bisa tumbuh bahkan dari sekolah di ujung selatan Indonesia.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala SD Negeri Temas, Yohanes Elimanafe, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah memfasilitasi berjalannya program Rote Mengajar 2026, sehingga sekolahnya bisa menjadi salah satu penerima manfaat program relawan ini. Ia berharap program ini terus berkelanjutan, agar semakin banyak inspirasi yang membawa harapan bagi dunia pendidikan di SD Negeri Temas dan Rote Ndao secara lebih luas.

Lebih dari Sekadar Gerakan Mai Fali E
Rote Mengajar 2026 bukan sekadar gerakan simbolik. Program ini menjadi ruang nyata untuk berdialog langsung dengan anak-anak yang memiliki bakat, potensi, dan cita-cita penuh harapan — menghubungkan mimpi mereka dengan dunia yang lebih luas.

Di penghujung kegiatan, lahir sebuah yel-yel yang diciptakan oleh relawan Alfan Dethan:
“SD N Temas: Dasyat, Ajaib, Hebat, dan Luar Biasa!”
Yel-yel ini bukan sekadar seruan semangat, melainkan pengingat bahwa setiap anak yang lahir di daerah ini membawa potensi luar biasa yang layak diperjuangkan — untuk bermimpi, menginspirasi, dan berkomitmen membangun daerahnya.
Penutup: Pendidikan sebagai Fondasi Harapan
Anak-anak bangsa selalu memiliki harapan, dan pendidikan adalah indikator penting dalam pembangunan sebuah daerah. Melalui Program Relawan Rote Mengajar 2026 (Gerakan Mai Fali E), SD Negeri Temas di Rote Barat Laut kini berdiri sebagai titik harapan baru pendidikan di perbatasan selatan Republik Indonesia — bukan hanya melahirkan pelayan publik yang berdedikasi bagi Rote Ndao, tetapi juga menjadi pionir pembangunan desa, kecamatan, kabupaten, hingga kontribusi bagi Indonesia dari ujung selatan negeri.
PojokNalar.com







